Untuk pertama kalinya, Jaga P1 (part. 1)

Monday, May 2, 2016




Sabtu, 30 Mei 2016.

06.45
            Pagi yang penuh semangat. Karena hari libur, jaga hari ini akan dijalani dalam 24 jam. Diawali dengan doa, semoga hari ini aku dapat banyak ilmu dan pembelajaran. Aku berangkat ke IGD RSMH lebih cepat sebelum pergantian shift, berharap lebih santai untuk menerima operan dari yang jaga malam sebelumnya.
            Tiba di depan ruang P1, aku sudah disambut oleh teman yang jaga malam sebelumnya dengan wajah segar dan senyum. Ah, dia pasti senang karena sudah bisa operan dan segera pulang ke rumah, pikirku. Lantas aku bertanya, apa saja operan untuk jaga hari ini?, berapa banyak pasien sisa?. Dia hanya diam dan menuntunku memasuki ruang P1. Dan… tadaaa… bahkan bed pasien pun tidak ada di dalam ruangan. Jumlah pasien=0, operan= tidak ada. Hha  nggak biasanya.

07.45
            Puas duduk duduk karena kekosongan yang tidak biasa ini, akhirnya diakhiri dengan konsul pasien P2 penyakit dalam yang mengalami penurunan kesadaran. Pasien wanita, usia 68 tahun dengan diagnosis CKD pro hemodialisa yang sudah dirawat selama 4 hari namun belum bisa cuci darah karena hipotensi. Keadaan sekarang dengan GCS: 3, tekanan darah 40/30 mmHg, RR 28 dengan peningkatan usaha nafas (TTV yang lain dalam batas normal). Kakak residen menjelaskan ke keluarga pasien bahwa pasien memerlukan tindakan intubasi dan dipindahkan ke ruang P1 dengan berbagai kemungkinan risiko yang dapat terjadi. Keluarga pasien awalnya keberatan dan ingin berunding terlebih dahulu. Namun selang sekitar 30 menit mereka setuju, dan pasien dibawa ke P1.
            Sebagai dokter muda alias dek koas yang masih lugu, yang untuk pertama kalinya jaga di P1, aku cuma bisa mengerjakan apa yang diminta oleh kakak residen dan ayuk perawat yang pengalamannya sudah segunung. Pertama bantu-bantu  menyiapkan alat-alat airway (STATICS), ambil obat-obat di TPO seperti infuse set beserta cairannya, muscle relaxan dll. Bantu pasang monitor, bantu suction, bantu pasang plester untuk fixasi ETT (hhe pasang ETT nya nanti kalau ada kesempatan), bantu ayuk perawat pasang kateter urin, dll.
            Pasien sudah terpasang ETT dengan support bagging, kateter urin sudah terpasang, IV line dengan cairan RF sudah jalan. Tekanan darah pasien sekarang 123/84 mmHg. Tapi tidak lama, tekanan darah pasien kembali turun. Lalu aku diminta siapkan 4 mg dobutamin dalam 100 cc NS untuk menaikkan tekanan darah. Dobu sudah masuk dengan infuse pump dengan dosis titrasi, awalnya pasien respon, namun lama-kelamaan tekanan darah kembali turun, dan pasien mulai bradikardia. Kakak residen mulai melakukan kompresi jantung luar untuk mengmbalikan detak jantung kembali normal, namun tidak ada respon. Keluarga pasien diberi tahu bahwa mengenai kondisi pasien dan diminta untuk membimbing pasien, sambil terus dilakukan kompresi jantung luar. Pukul 09.45, pasien pertamaku untuk jaga P1 hari ini telah kembali untuk menghadap Allah SWT. Electrode monitor, ETT, kateter, dan IV line dilepas, pasien telah diikhlaskan untuk pergi selama-lamanya.

10.00
            Aku diminta untuk bergantian jaga di HCU di lantai 2. Sebenarnya, tugas disini hanya membantu untuk follow up per 2 jam dan menulis di flow chart. Setelah menyelesaikan tugas follow up untuk jam 10 ini, aku turun ke P1 lagi, melihat kondisi. Belum ada pasien baru, teman jagaku hari ini mengatakan kondisi aman terkendali J.

10.30
Nyaman duduk-duduk di P1 sambil ngobrol-ngobrol, tiba-tiba datang kabar dari triase bahwa aka nada pasien yang masuk ke P1. Pasien laki-laki, 58 tahun dengan penurunan kesadaran yang terjadi tiba-tiba, susp. CVD hemorrhagic. Oke, kita siap-siap lagi!. Pasien dilakukan primary survey dan didapatkan:
A: stridor (+), grunting (+)
B: RR 32 x/menit, WOB (+) meningkat, retraksi interkostal (+), retraksi suprasternal (+)
C: TD: 151/71 mmHg tanpa support
     HR: 108 x/menit, regular
D: E1M1V1
E: 37,1oC
            Pasien langsung diberikan oksigenasi adekuat dengan bagging Jackson rees, O2 10 L/menit. Aku diminta untuk memasang infuse (Assa!), sekali tusuk Alhamdulillah berhasil yey J. Sebelum dilakukan intubasi, diberikan fentanyl 100 mg IV, ecron (Vecuronium bromide) 4 mg IV. Intubasi yang dilakukan kakak residen berjalan mulus, pasien di support dengan bagging namun tidak ada nafas spontan L. Cairan RF sudah masuk. Tekanan darah semakin turun, lalu diberikan drip dobutamin. No respons. Akhirnya adrenalin drip pun diberikan, tekanan darah berada dalam batas normal. Namun, pasien mengalami takikardia, HR: 151 x/menit. Kakak residen PDL meminta bantu untuk EKG pasien tersebut. Kesan EKG didapatkan SVT, lalu kakak residen melakukan kardioversi (untuk pertama kali juga lihat ini langsung, biasanya di TV), pertama dengan 50 J kemudian 100 J. Hasil EKG setelah kardioversi menunjukkan sinus takikardia.

12.30
            Selagi terus bergantian bagging pasien dengan teman yang jaga hari ini. Terdengar lagi kabar dari triase bahwa akan datang pasien rujukan dari salah satu klinik di Kenten. Kali ini, pasien anak laki-laki, 11 tahun, dengan penurunan kesadaran karena terkurung dalam mobil sekitar 3 jam. Apa yang terjadi selanjutnya? 

To be continued…


conclusion
Jaga P1 hari ini membuat aku kangen adik-adik di rumah. Semoga mereka sehat-sehat dan bisa belajar dengan baik. Panjang umur dan mencapai cita-cita tertinggi mereka.
Jaga P1 untuk pertama kalinya ini bisa membuat aku jadi spesialis bagging, spesialis gunting baju, spesialis mematahkan ampul adrenalin, hhaha

 
Template Design Downloaded From Free Blogger Templates | Free Website Templates | News and Observers